Numpang Posting

Sebelum anda melangkah lebih jauh, bagi pembaca yang ingin turut serta menampilkan artikelnya ke dalam blog ini dapat mengirimkan email ke :

mail@masterfajar.tk

fajar_online@rocketmail.com

Sertakan pula identitas yang jelas. Terimakasih telah mengunjungi Blognya Sang Fadjar
Kunjungi pula

masterfajar.tk

fajar-cerah.blogspot.com


24 November 2009

Semangat Juangmu yang Masih Tertanam

Bismillahirahmanirahim, Merdeka.....saudara-saudara tukang-tukang becak, saudara-saudara bakul-bakul soto, bakul-bakul tahu, saudara-saudara orang madura, tukang rombengan,saudara-saudara wong-wong kampung surabaya, saudara-saudara arek-arek suroboyo, pemuda-pemuda suroboyo dan saudara-saudara semua pemuda-pemuda indonesia yang tergabung dalam pasukannya masing-masing disurabaya ini. Habiskanlah lawan kita......pertahankanlah kota kita ini.....tuhan akan bersama kita...insyaallah saudara-saudara kemenangan akhir pasti kita akan mencapainya...... Allahuakabar...Allahuakbar....Allahuakbar.....Merdeka....!!!!



Itulah kutipan orasi Bung Tomo dalam mengkobarkan semangat juang rakyat indonesia.Tentu kita semua ingat bagaimana orasi Bung Tomo yang penuh kobaran semangat untuk berjuang dan berjihad mempertahankan tanah air ini, dimana pada waktu itu seluruh rakyat indonsia diperintahkan untuk menyerahkan senjata-senjata yang telah direbut dari penjajah Jepang, pagi hari tepatnya tanggal 10 November 1945 dengan lantang penuh kobaran semangat juang Bung Tomo membangkitkan semangat semua elemen masyarakat surabaya pada khususnya dan seluruh rakyat Indonesia pada umumnya untuk tidak tunduk pada penjajah dan mempertahankan tanah air sampai titik darah penghabisan.
Hal ini bisa kita jadikan motivasi bahwa perjuangan untuk membangun bangsa ini belum usai dan kita semua mempunyai tanggungjawab untuk melanjutkan cita-cita Bung tomo untuk mempertahankan kedaulatan negara ini dari segala aspek baik itu pertahanan, budaya, sosial,politik dan lain sebagainya.
Semoga ringkasan kecil ini bisa memberikan motivasi baru, semangat baru untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan sesuai bidang yang kita tekuni karena bahwasanya kemerdekaan ini diraih dengan banyak pengorbanan baik harta, jiwa dan raga para mujahid-mujahid islam. Allahuakbar.....Merdeka...!!!!!


By : Bayu samporna panji (Kader IMM Dari Tarbiyah Semester I )


Selengkapnya ...

02 Oktober 2009

Generasi Yang Asing

Dari Abi Hurairoh berkata, bahwa Rosulullah bersabda;
“Islam itu pada awalnya dalam keadaan asing, dan akan kembali menjadi asing sebagaimana
awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang asing"
Dalam riwayat Ahmad; Yaitu orang-orang yang sholih berada di tengah banyaknya orang-orang
yang jelek, orang yang mendurhakai mereka lebih banyak daripada yang mentaati mereka.”
(HR. Muslim)

Sejatinya siapaka yang dimaksud sebagai orang asing tersebut???


Asingnya Islam saat pertama
Begitu berat dan dahsyat penderitaan nabi beserta sahabat-sahabatnya melaksanakan dakwah Islam
ini. Berbagai celaan, hinaan, pemboikotan, penyiksaan, pengejaran, pembantaian telah dialaminya
sampai Allah memberikan pertolongan.
Di saat kondisi jahiliyah yang parah, ternyata masih ada sekelompok manusia yang tetap tegak,
kokoh di atas kebenaran, istiqomah dengan ajaran al-Haq, Islam yang mulia. Meski dengan resiko
celaan, ejekan, dan rintangan. Sebab mereka memilih beriman apapun resikonya, bahwa inilah jalan
hidup yang wajib ditempuh, harga mati yang tidak akan ditawar lagi.
Ternyata, kekalahan, kehinaan dan kehancuran adalah bagi para penentang islam ini. Sebaliknya,
hasil akhir berupa kebahagiaan dan kemuliaan dunia - akhirat ada pada pihak yang Allah ridhoi.
Dengan janji-Nya; “Bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik (surga)” (QS. Ar-
Ro’d: 29) 2)
Demikian ini menurut pendapat Ibnu Abbas, Ikrimah, Qotadah, Ibnu Ajlan dan sebagainya. 3)
Ditengah masyarakat yang berideologi keropos, berpolitik demokrasi, berekonomi riba,
berkehidupan social materialis, berbudaya korup, berhukum sekular, berakhlaq barat, Alhamdulilah
Allah masih lahirkan manusia-manusia pilihan-Nya untuk mengemban dakwah Islam ini ke seluruh
pelosok dunia.
Siapakah orang asing itu ?
Rosulullah bersabda; Yaitu orang yang membuat perbaikan di saat manusia berbuat kerusakan.
(HR. Muslim) 4)
Al-Qodhi ‘iyadh berkata; maksud Islam akan kembali asing adalah ada di kota Madinah.
“Sesungguhnya iman akan pasti berkumpul di Madinah sebagaimana ular berlindung di
sarangnya” (HR. Bukhori) 5)
Pada masa awalnya, orang-orang berhijrah ke Madinah. Di antaranya ada yang termotivasi untuk
hidup berdekatan dengan rosulullah, ada yang ingin bertempat tinggal saja, dan ada yang ingin
membuat masyarakat guna melaksanakan agama 6)
Dan maksud pada umumnya adalah Islam awal mulanya dipeluk oleh sebagian kecil orang,
kemudian tersiar secara luas. Namun kelak pada suatu zaman pemeluk Islam yang benar-benar akan
kembali sedikit seperti awal mulanya. 7)
Hadits Amru bin Aufal-Muzanni berkata; “sesungguhnya agama ini awal mulanya dipandang asing,
dan akan kembali asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing tersebut, yaitu orang yang
berbuat perbaikan-perbaikan tatkala manusia berada pada kerusakan” (HR. Muslim). 8)
Di tengah masyarakat yang terbuai dan terlalaikan dengan pernak-pernik kehidupan dunia, akan
tetap ada manusia yang berpegang teguh pada tali kebenaran Islam ini, maka mereka seolah-olah
dipandang aneh oleh orang-orang bodoh, karena berbeda dengan kebanyakan manusia pada
umumnya.
Kok ada manusia menegakkan sholat ketika manusia mengabaikannya. Kok masih ada orang yang
istiqomah mengutamakan Al-Qur’an di tengah-tengah manusia yang meremehkannya. Kok ada
orang yang menghiasi kehidupannya dengan ibadah di saat manusia-manusia terlena dengan
kelalaian, dan ternyata masih ada segolongan hamba yang mencintai akhirat di saat manusia yang
waktunya habis tersita untuk dunia.
Orang asing (Ghuroba’) itu adalah kelompok orang yang mendapatkan keselamatan, selamat
sentausa dengan berpegang erat pada Al-Qur’an dan as-Sunnah.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Rojab; Rosulullah bersabda;
“Senantiasa ada dari ummatku yang selalu menegakkan perintah Allah, tidak akan mencelakai
mereka orang yang tidak menolong mereka, dan orang yang menyelesihi mereka. Hingga datang
perintah Allah dan mereka tetap di atas yang demikian itu” (HR. Bukhory).
Ulama’ mutaakhirin mensifati orang asing itu adalah yang meyelamatkan aqidahnya dari syubhat,
memperkuat keimanannya, menjaga ketaqwaannya, maka mereka selamat pula hidupnya dunia
akhirat. Adapun yang di luar mereka adalah orang-orang yang sesat binasa.
Orang asing adalah mereka yang meneguhkan komitmennya dengan aqidah tauhid di saat orang
bergelimang kesyirikan, berleha-leha dalam kelalaian. Orang asing adalah mereka yang loyal
dengan imannya di tengah komunitas kuffar, yang tetap istiqomah dengan sunnah tatkala sebagian
cecunguk asyik dengan bid’ahnya.
Orang asing adalah mereka yang mengikuti rosulullah, sahabat-sahabatnya, tabi’in (murid para
sahabat), tabi’ut-tabi’in, serta imam-imam yang mendapatkan petunjuk dengan setia. Maka ikutilah
mereka, tempuhlah manhaj-nya, sebab siapa saja yang mengikuti mereka akan selamat, jika tidak
sesatlah dirinya.
Orang asing adalah mereka yang tegak dengan dakwah islam, terang benderang di atas kebenaran
lahir maupun bathin, baik dengan ucapan maupun perbuatan, yang tulus ikhlas, penuh kesungguhan
dan kemantapan hati. Orang asing adalah mereka yang berjihad melawan musuh-musuh dakwah
Islam dari kelompok liberal, sekular materialis, neo muktazilah, jahmiyah, golongan khowarij,
syi’ah rofidhoh, murji’ah, qodariyah, sufi kebatinan dan setiap musuh agama.
Orang asing adalah mereka yang disebutkan dalam ayat;
“Dan berpegang teguhlah kalian dengan tali Allah semuanya dan jangan bercerai berai, ” (QS. Ali-
Imron: 108)
Orang asing adalah mereka yang melaksanakan seruan ayat;
“Dan tidak pantas bagi mukmin laki-laki dan mukmin perempuan manakala Allah dan rosul-Nya
telah menetapkan suatu urusan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) dari urusan mereka. Dan
barang siapa yang mendurhakai Allah dan rosul-Nya maka sungguh ia telah sesat dengan
nyata” (QS. Al- Ahzab: 36)
Orang asing adalah;
“Maka demi Robb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidaklah beriman sampai mereka menjadikan
kamu hakim pada apa - apa yang mereka perselisihkan. Kemudian mereka tidak merasa keberatan
dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menyerahkan diri dengan
sebenar-benanrnya” (QS. An- Nisa’: 65)
Orang asing tersebut adalah mereka amat mengagungkan sunnah. Yaitu orang yang menjaga
sunnah-sunnah ketika manusia membuat kerusakan-kerusakan di dalamnya dengan beraneka ria
TBC (tahayul, Bidah dan Churofat). 15)
Beruntunglah orang yang asing
Orang asing adalah mereka yang mengikuti rosulullah dalam beragama yang meliputi aqidah,
ibadah, manhaj, akhlaq, dan dakwah. Maka kebahagiaan bagi mereka. Sebagaimana do’a kita dalam
sholat;
“Tunjukilah kami ke jalan yang lurus, yakni jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas
mereka” (QS. Al-Fatihah: 6 -7) 16)
Lantas, siapakah yang dimaksud orang yang diberi nikmat tersebut?. Yaitu;
“Dan orang-orang yang taat kepada Allah dan rosul, maka mereka itulah golongan yang bersama
orang-orang yang beri nikmat oleh Allah atas mereka, yaitu para nabi, shiddiqin, para syuhada’ dan
orang-orang sholih” (QS. An-Nisa’: 69) 17)
Kesimpulan dari al-Auza’i; asing maksudnya sedikit sekali manusia yang benar-benar berada pada
sunnah sehingga disifati asing, tidak seperti kebanyakan orang pada umumnya. 18) manusia pilihan
yang tidak ikut-ikutan dengan gelombang kehidupan materilialisme, tidak pula terombang- ambing
dengan gelimang syahwat dan syubhat.
Imam at-Tsaury berkata; ketahuilah bahwa para pelaku sunnah adalah orang-orang asing (al-
ghuroba’) itu. Yunus ibnu ‘ubaid juga menjelaskan; tidaklah tersisa sedikitpun dari ajaran nabi
berupa melaksanakan sunnah-sunnah melainkan akan dirasa asing oleh manusia yang tidak
mengerti” 19)
“Akan tetapi orang-orang yang bertaqwa kepada Robb-Nya bagi mereka surga-surga yang mengalir
di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal dari sisi Allah. Dan
apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik bagi orang-orang yang berbuat baik” (QS. Ali-Imron: 198)
20)
Khotimah
Semoga kita bisa menjadi golongan orang-orang yang Allah beri nikamt atas mereka di dunia dan
akhirat. Sebagaimana telah dijelaskan. Dan bukan kebanyakan manusia yang melalaikan dirinya
akan tujuan kehidupannya. Amiin.



Selengkapnya ...

01 Oktober 2009

Membangkitkan Kembali Gairah Perjuangan Mahasiswa

Sumpah Mahasiswa Indonesia
Kami mahasiswa Indonesia bersumpah
Bertanah Air Satu, Tanah Air tanpa Penindasan
Kami mahasiswa Indonesia bersumpah
Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan
kami mahasiswa Indonesia bersumpah
Berbahasa satu, Bahasa tanpa kebohongan
HIDUP MAHASISWA!! HIDUP RAKYAT!!



Gemuruh teriakan di atas menggambarkan semangat mahasiswa Indonesia ketika menggulingkan pemerintahan Soeharto pada 1998. Orde baru yang sejak awal diyakini sebagai rezim terkuat di Indonesia akhirnya musnah sudah terkalahkan dengan semangat perjuangan Mahasiswa.



Di belahan dunia manapun, mahasiswa memiliki peran tersendiri dan mempunyai arti penting dalam perjalanan bangsanya. Pada umumnya, pergerakan mahasiswa sering diartikan sebagai kekuatan melawan kondisi bangsa dan masyarakat yang buruk, hingga penentang pemerintahan yang korup dan diktator. Di Indonesia misalnya, pada tahun 1920 mahasiswa sudah memiliki peran aktif dalam perjuangan bangsa melalui organisasi “Boedi Oetomo” yang dimotori oleh mahasiswa STOVIA. Dan perjuangan itu terus berlanjut hingga saat ini dapat kita saksikan bahwa mahasiswa memiliki posisi tersendiri bagi bangsa Indonesia.
Menurut Edward Shils sebagaimana dikutip Dick Hartoko (Golongan Cendekiawan, hal 27-28), mahasiswa memiliki beberapa fungsi pokok, diantaranya adalah untuk membina kebudayaan bersama, mempengaruhi perubahan sosial dan memainkan peran politik. Guna mewujudkan berbagai fungsi pokok mahasiswa tersebut, maka perlulah kiranya seorang mahasiwa untuk ikut bergabung dalam suatu wadah organisasi tertentu agar pergerakannya dapat lebih terarah dan menghasilkan output yang sempurna, karena bagaimanapun juga sebuah kebaikan yang tidak terorganisir akan mudah dihempaskan oleh kejahatan yang terstruktur.

Mashlahat dan Madlarat
Hingga saat ini, yang menjadi dilema bagi sebagian besar mahasiswa untuk ikut aktif dalam sebuah organisasi adalah seberapa besar manfaat yang akan ia raih ketika ia masuk ke dalam sebuah organisasi tertentu. Hal ini sebenarnya bukanlah masalah baru. Dalam berbagai buku yang membahas tentang “Akselerasi Pembelajaran”, banyak ditemukan pernyataan yang menyebutkan bahwa pendidikan yang baik bukan dinilai dari seberapa besar nilai yang diraih oleh peserta didik, namun tercermin dari seberapa mampu ia mengapresiasikan potensi yang ia miliki. Dan sejatinya, hal inilah yang memang menjadi kunci pokok perbedaan antara mahasiswa dan siswa. Usia pelajar (6-17 tahun) memang dianggap sebagai masa pencarian, dimana tugasnya adalah mencari ilmu sebanyak mungkin, namun pada tataran mahasiswa, tugas tersebut tidak relevan lagi. Bagi seorang mahasiswa, selain bertugas belajar namun juga berkewajiban mengapresiasikan ilmu yang telah ia raih sebelumnya dalam wujud nyata melalui sebuah pergerakan.
Sudah menjadi pandangan umum, bahwa bukti madlarat berorganisasi adalah perilaku para aktivis yang kurang sesuai dengan predikat yang ia sandang sebagai agen perubahan. Banyak diantara aktivis organisasi yang mati-matian menghidupkan organisasinya hingga ia melupakan tugasnya untuk kuliah. Akhirnya gelar aktivis yang ia terima dibarengi dengan absensi yang memprihatinkan, IP yang kurang pantas hingga masalah kelulusan yang tertunda alias menjadi “Mahasiswa Abadi”. Sejatinya, mengkambing hitamkan organisasi sebagai penyebab terjadinya hal ini dirasa kurang tepat. Tidak sedikit nama aktivis di antara kita yang mampu mengukir prestasi gemilang dalam hal akademik maupun non akademik. Kakanda Diah kusumastuti misalnya, peraih Supersemar Award Nasional 2009. Selain tercatat sebagai mahasiswa yang cerdas berprestasi dan rajin, Ia termasuk mahasiswa yang aktif berorganisasi di IMM mulai tingkat Komisariat FAI UMSurabaya hingga tingkat cabang kota Surabaya. Dan banyak alumni kita yang telah menuai kesuksesan setelah berjuang melalui organisasi dengan diimbangi keaktifan belajar.

Kenapa harus IMM ?
Sudah menjadi kewajiban bagi setiap pemeluk agama Islam untuk memperjuangkan Islam dimanapun ia berada. Hal ini juga merupaka landasan kewajiban mahasiswa muhammadiyah pada umumnya dan yang mengenyam bangku kuliah di Perguruan Tinggi Muhammadiyah khususnya untuk turut serta mengembangkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan di lingkup kemahasiswaan. Terlebih di Fakultas Agama Islam terdapat Beastudi Persyarikatan bagi mahasiswa Utusan Daerah. Konsekuensi bagi penerimanya adalah siap untuk berjuang menjunjung tinggi dan memperjuangkan Muhammadiyah melalui IMM. Guna mewujudkan hal tersebut, maka persyarikatan Muhammadiyah telah memiliki organisasi otonom yang bergerak di bidang kemahasiswaan bernama IMM. Dengan visi misi yang sama dengan muhammadiyah, diharapkan kader-kader IMM merupakan penerus perjuangan muhammadiyah nantinya.

Khotimah
Semangat perjuangan manusia berbanding lurus dengan keimanan yang ia miliki. Saat imannya turun, maka berkurang pulalah ghiroh perjuangannya. Begitu juga sebaliknya. Maka, marilah kita berdo'a kepada Allah sembari mengharap agar Allah senantiasa menambah keimanan dan semangat juang kita untuk menegakkan syari'at islam, serta membela kebanaran dan menyelamatkan nusa bangsa dari kebodohan dan ketertindasan. Sebagai penutup, secarik lirik syair lagu “Darah juang” yang berbunyi “Bunda relakan darah juang kami, tuk membebaskan rakyat” kiranya dapat menjadi pembakar kita untuk tetap mengobarkan api perjuangan

Hidup Mahasiswa!! Jaya IMM!!
Billahi fii Sabilil Haq, fastabiqul Khoirot.





Selengkapnya ...

29 September 2009

Keutamaan berlaku Zuhud

Sering diantara kita mendengarkan kata zuhud. Sering pula kita menyalah artikan ma'na zuhud tersebut. Lantas bagaimakah zuhud yang benar itu??



Apa zuhud itu? Dinamakan zuhud apabila lebih yakin apa yang ada di sisi Allah daripada yang ada
pada tangan manusia. Sebagaimana Abu Hazm pernah ditanya; “apakah kamu tidak takut faqir?” Ia
menjawab; “bagaimana aku takut miskin sedangkan tuanku adalah pemilik segala kekayaan yang
ada di langit dan bumi?”
Fudhail ibnu Iyadz berkata: “pondasi zuhud sebenarnya adalah ridho dan berlapang dada terhadap
apa yang ditetapkan Allah, orang yang qona’ah dialah orang yang zuhud”
Imam Ali ra berkata: “barangsiapa yang zuhud terhadap dunia, maka akan terasa ringanlah segala
perkara yang menimpa”
Yunus bin Maisaroh berkata: “zuhud bukan berarti meninggalkan sama sekali apa yang halal dan
bukan pula mengabaikan harta, tapi zuhud adalah berpaling dari sesuatu karena keremehan dan
kehinaannya, serta ketidakpantasan untuk diperhatikan”.
Ibnu Taimiyah berkata: “zuhud adalah meninggalkan perkataan maupun perbuatan yang tidak
bermanfaat untuk akhirat”. Seperti; main kartu, catur, begadang untuk membunuh waktu, dan
sejenisnya. Abu Bakar abu Zaid berkata: “zuhud adalah sikap qona’ah dengan apa yang halal dan
mencegah dari yang haram dalam hal makanan, minuman, pakaian, perkatan dan perbuatan”.
Zuhud bukan berarti meninggalkan urusan dunia secara total. Dan memilih hidup miskin sama
sekali, sebagaimana yang dijalani sebagian kelompok sesat thoriqot sufiyyah. Yang mana hanya
sedikit makan, berpakaian compang-camping, hidup berkelana, anti bisnis, membatasi diri dengan
urusan dunia dan mengebiri hidup, mengikuti seruan bid’ah pemimpinnya.
Imam Ahmad ditanya: “apakah orang yang memiliki banyak harta itu bisa zuhud?” ia menjawab:
“Bisa, apabila ia tidak lupa diri dan congkak jika hartanya bertambah, dan tidak muram manakala
berkurang, maka dialah orang yang zuhud”
Zuhud tidak harus melarat. Meskipun ia seorang kaya, ia tetap bisa zuhud. Seperti apa yang
dicontohkan nabi Sulaiman. Dia memiliki kerajaan Yaman, istrinya (Bulqis) memiliki kerajaan
Saba’, seluruh kerajaan jin juga di tangannya. Namun nabi Sulaiman tetap zuhud. Juga sahabat
Utsman yang membiayai 10.000 tentara pada perang jihad beserta unta, kuda dan perbekalannya,
Mus’ab bin Umair, anak mahkota yang meninggal hanya memiliki sepotong kain kafan. Jika untuk
menutup kepala maka terlihat kakinya, jika yang ditutup kaki maka terlihatlah kepalanya.
Justru orang yang miskin ada yang tidak zuhud. Betul saja hidup miskin, tapi hari-harinya dipenuhi
sakit hati, rasa iri, dengki dan serakah. Hari-harinya dihiasi perbuatan maling, menipu, riba,
spekulasi dan sejenisnya. Sampai-sampai berprinsip; “cari yang haram saja susah, apalagi yang
halal”. ‘iyaadzan billah.
Zuhud adalah meninggalkan perbuatan yang kurang afdhol beralih kepada yang lebih afdhol.
Misalnya; membaca qur’an hukumnya sunnah, lantas datanglah tamu. Maka memuliakan tamu
lebih utama bahkan wajib dari pada membaca al-Qur’an. Atau di saat menerima tamu, adzan sholat
berkumandang, mana yang didahulukan? Memuliakan tamu wajib tapi menuanaikan sholat jama’ah
lebih wajib. Maka tamu tadi diajak untuk berjama’ah bersama di masjid. Dan sebagainya.
PERUMPAMAN DUNIA
Dunia ini ibarat sebongkah es yang ada di bawah terik mentari. Ia akan terus meleleh dan pada
akhirnya musnah tak berbekas. Sedangkan akhirat ibarat batu permata yang tak akan hilang ditelan
zaman. Dunia ini ibarat fatamorgana dan bayang-bayang semu. Dunia ini sangatlah menipu. Yang
tidak memiliki hakekat kecuali kefanaan.
“Dan tidaklah kehidupan dunia ini kecuali kesenangan yang menipu” (QS. Al-Hadid: 21) 13)
Dunia ini ibarat nenek tua yang berhias secantik-cantiknya, namun barangsiapa yang mabuk
dengannya maka dialah yang tertipu, sedangkan orang yang menikmatinya dialah yang akan
menyesal, ternyata; berakhir pada kesenangan yang teramat palsu.
Dunia ini selalu bergulir seiring dengan matahari yang terbit dan tenggelam setiap hari, berlangsung
hingga hari kiyamat. Namun, apakah semua ini terjadi tanpa makna? Yakni manusia hidup dan
mati, berbuat dan berkehidupan tanpa perhitungan dan berlalu begitu saja? Tidak.
ZUHUD; SIKAP MUSLIM TERHADAP DUNIA.
Dalam perjalanan waktu ini, manusia ada yang berdzikir dan ada pula yang lalai, ada yang taat, ada
yang bejat, ada yang iman dan ada yang enggan beriman.
Imam Mujahid berkata: “malam dan siangmu ibarat tamumu, maka perhatikanlah, apakah engkau
tidak melayaninya dengan berbuat baik kepadanya atau justru kau sia-siakan dia, lalu ia pergi
meninggalkanmu dengan kecewa?, setiap pagi yang datang selalu berkata:,wahai Anak Adam, aku
adalah tamu yang selalu datang kepadamu, lihatlah apa yang kau perbuat padaku”.
Dengan demikian, bagi orang yang paham tentu menggunakan masa hidupnya dalam kondisi taat
kepada Allah, dan selalu bertaqwa kepada-Nya. Imam Mujahid selalu tampak taat dalam setiap
waktunya, maka ditanya: “wahai saudara, coba berhentilah sejenak, saya ingin mengajakmu marilah
kita bersantai-santai dahulu”, iapun menjawab: “coba kau hentikan dulu matahari”
Zuhud adalah sikap adil terhadap dunia dan akhirat. Sebagaimana Allah berfirman; “Dan carilah
apa yang dikaruniakan Allah kepadamu untuk kehidupan akhirat, dan jangan lupa bagian
kehidupanmu di dunia” (QS Al-Qoshos: 77) 7)
Di era seperti sekarang ini, yang konon zaman serba sulit, maka ada baiknya untuk terus berusaha
dan mencipta lapangan kerja. Ada istilah; jadilah pengusaha muda, dan jangan jadi pencari kerja
barangkali ada baiknya untuk melaksanakan ayat di atas. Sebagaimana pula perintah nabi untuk
rajin bekerja;
“Salah seorang di antara kamu membawa tali dan mencari kayu bakar di hutan, lalu dipikul dengan
punggungnya, dan dijual maka dengannya Allah mencukupi kebutuhan diri dan keluarganya adalah
lebih baik dari pada meminta-minta manusia, yang kadang-kadang memberi kadang-kadang
tidak” (HR. Bukhori)
Tidak termasuk zuhud meninggalkan harta yang halal, menyia-nyiakan dan menghambur-
hamburkan. Tetapi hakikat zuhud adalah memaknai akan hakekat hinanya dunia ini. Dunia ini ada
di genggaman tangannya bukan di hatinya. Diberinya rizqi berlimpah tidaklah membuat ia congkak,
tidak diberi limpahan rizqi ia tetap sabar. Ia menyikapi dunia sebagai medium, bukan puncak
tujuan. Sebab dunia ini sama persis dengan bangkai anak kambing kudisan, cacat, murahan, dan
busuk. Sebagaimana sabda Nabi;
Dari Jabir berkata, pernah rosulullah melewati pasar bersama sahabatnya, ia menemukan bangkai
anak kambing yang telinganya sobek, lalu mengambilnya dan berkata: “siapa di anatara kalian yang
mau membeli bangkai ini 1 dirham?” sahabat berkata: “apa yang bisa aku perbuat dengan bangkai
tersebut ya rosulullah?, Rosulullah berkata: “apakah kalian mau memilikinya?” sahabat: demi
Allah, kalau hidup saja kami tidak mau karena ia cacat, apalagi mati ya rosulullah!” nabi berkata:
“demi Allah, sungguh dunia ini lebih hina di sisi Allah dari pada bangkai ini atas kalian” (Hr.
Muslim). 9)
Sikap seorang muslim terhadap dunia adalah zuhud. Hal ini sangat berbeda 180° dengan orang
kafir. Jika seorang muslim diberi rizqi, ia bersyukur, maka hal itu bahagia, jika terkena musibah ia
bersabar, jika ekonominya pas-pasan ia qona’ah penuh harapan, maka demikian itu bahagia. Jika
pernah melakukan dosa, ia segera istighfar dan bertaubat, maka hal itu bahagia. Berbeda dengan si
kafir, jika mendapat dunia ia sombong dan berbangga diri. Giliran hartanya hilang, ia sedih bukan
kepalang, meratap luar biasa, putus asa, sedih, stress, bahkan bunuh diri.
TINGKATAN ZUHUD
Yang pertama; seorang hamba meyakini apa yang di sisi Allah lebih ia yakini daripada apa yang di
tangan manusia. Misalnya dalam masalah rejeki. Banyak orang yang gamang tentangnya, paranoid
akan masa depan rejeki, khawatir dan ruwet menyikapinya. Atau tidak bersabar dengan harta yang
sedikit, akhirnya diterapkanlah jurus-jurus menghalalkan segala cara. Padahal tidak perlu apa
namanya mencuri, korupsi, dan ngawurisasi. Tidak perlu. Karena jelas keharamannya.
Karena Allah sudah jamin kepada siapa saja, kapan saja, bahwa;
“Dan tiada satupun dari binatang melata di bumi melainkan Allah lah yang menjamin
rejekinya” ( QS. Huud:10)
Kalau ada orang yang gara-gara di-PHK lalu bunuh diri, berarti dia kalah dengan burung pipit.
Burung yang tak punya akal saja tidak sampai demikian. Semut yang tidak berpendidikan apalagi
skill saja, tetap eksis. Tapi syaratnya berusaha dulu, terbang dari sarang mencari rejeki yang halal
kian kemari..
Yang kedua, seorang hamba jika terkena musibah, seperti kematian anak, sakit, kehilangan dan
sejenisnya, lebih ia harapkan gantinya di sisi Allah dari pada harapannya di tangan manusia. Di
zaman Imam Ahmad (164-264 H), pernah sesorang yang tanpa bekal uang nekat naik hajji.
Mengetahui hal itu Imam Ahmad bertanya; mengapa kamu demikian. Ia menjawab: aku zuhud dan
tawakkal kepada Allah. Imam Ahmad menjawab; “tidak!, kamu justru bertawakkal kepada isi
ranjang manusia!!”
Tingkat ketiga, apabila seorang hamba dihina atau disanjung orang lain, ia merasa hal itu sama saja.
Tidak mengurangi atau menambah istiqomahnya dalam ketaatan. Berbeda sikap orang yang tidak
zuhud. Jika dipuji ia menjadi bangga dan riya’, jika terhina langsung mendidih darahnya, atau
berubah tidak taat.
KHOTIMAH
Orang yang zuhud akan selalu berhati-hati dengan fitnah dunia. Takut serakah kepadanya
sebagaimana anjing yang saling berebut tulang.
Rosulullah bersabda;
“Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah akan menjadikanmu kholifah di
dunia, maka Allah akan melihat apa yang kalian kerjakan, maka takutlah kalian akan (fitnah) dunia
dan wanita” (Hr. Muslim). 11)
Dari Mustaurid ibnu Syidad berkata; rosulullah bersabda:
“Tidaklah dunia ini dibandingkan akhirat kecuali seperti salah seorang kalian yang mencelupkan
satu jemarinya di laut, maka lihatlah seberapa yang kembali” (Hr. Muslim). 12)
Imam Hasan al-Bashri berkata: “aku bertemu dengan beberapa kaum dari umat Muhammad,
mereka tidak pernah berbangga-bangga dengan melimpahnya dunia, pun juga tidak berduka cita
dengan kepergiannya, bagi mereka seakan-akan sama saja antara emas dan debu”
Ia pun berkata: mereka selama bertahun-tahun ada yang tidak pernah membeli pakaian baru, asap
dapur yang jarang mengepul, tidak menaiki tunggangan, dan tidak pula memesan makanan. Jika
malam tiba kerinduannya hanya munajat, menyungkurkan wajah-wajah mereka sujud ke permukaan
tanah dengan berlinangan air mata.


Selengkapnya ...

26 September 2009

Indahnya Islam bagi masyarakat dunia

”Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk rahmat bagi semesta alam”.

Sejatinya, syari'ah islam itu dijadikan sebagai rahmat bagi seluruh ummat manusia. Namun hinga saat ini perilaku ummat islam justru jauh dari kata rahmat atau kasih sayang itu sendiri. Sejatinya apakah yang terjadi???



(QS Al-Anbiya’: 107)
Arti Islam
Islam secara etimologi berarti; berserah diri, dan tunduk patuh. Secara terminologi artinya berserah
diri kepada Allah dengan cara men-tauhidkan-Nya, tunduk patuh dengan melaksanakan ketaatan
atas segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, serta bebas diri dari perbuatan syirik dan
orang-orangnya.
berterima kasih kepada Allah karena diberi karunia agung ini. Bisa mengikuti ajaran nabi yang
mulia, bisa menunuaikan kewajiban yang seharusnya.
Sehingga bukti terimakasih tadi berupa senantiasa beribadah kepada Allah dengan ikhlas,
mentauhidkan Allah dan menjauhi kesyirikan. Ia beramal sholih, berakhlak mulia, beradab dengan
adab yang bermanfaat. Menjauhi perbuatan syirik, meninggalkan amal dan akhlak yang buruk yang
membahayakan hati dan badan.
Keindahan Islam berupa perintah dan larangan.
Islam menyuruh kepada setiap kebaikan serta melarang dari setiap keburukan. Tiada satu
kebaikanpun kecuali Islam telah membimbingnya, sebaliknya tiada satupun keburukan kecuali
Islam telah melarangnya.
Di antaranya yang utama, Islam memerintahkan untuk bertauhiddan melarang syirik
Dengan tauhid ini umat menjadi mulia, menampakkan harga diridan memberikan kelezatan
iman.
Islam memerintahkan untuk berbuat adilserta obyektif. Melarang dholim.Islam
memerintahkan Iman melarang kufur Menganjurkan mengikuti sunnah melarang
bid’ah . Memerintahkan jujur transparansi melarang menipu , promosi palsu, laporan
fiktif, curang dalam menimbang , dan setiap daging yang tumbuh dari yang haram maka
nerakalah yang paling tepat balasannya
Islam memerintahkan agar amanah melarang khiyanat Manajemen pribadi, keluarga
maupun institusi yang akurat, bertanggung jawab bukan manajemen yang penuh dengan
kepentingan pribadi.
Islam memerintahkan menetapi janji melarang ingkar janji memerintahkan berbakti
kepada ibu bapak melarang mendurhakainya , memerintahkan taslim melarang murtad
, memerintahkan berakhlaq mulia tawadhu’ , dermawan , kasih sayang melarang
berakhlaq bejat liar, sombong , hasad , suka menggunjing , memfitnah , adu
domba , provokasi, mencela , meremehkan orang lain , dan sebagainya.
Islam menjaga jiwa dan kehormatan, melarang pertumpahan darah, pembunuhan tanpa haq
dan kesewenang-wenangan . Oleh karenanya siapa yang membunuh tanpa alasan yang benar
maka hukumannya qishos.
“Sesungguhnya darah kalian, harta benda kalian, kehormatan kalian, haram atas kalian seperti
terlarangnya di hari ini, bulan ini dan negeri ini. Hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang
tidak hadir” (HR Bukhori)
“Lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang muslim” (HR. An-Nasai)

Islam menjaga nasab keturunanmengharamkan zina dan yang mendekatinya. Seperti
sekarang ini; pacaran, gaul bebas antara laki-perempuan, model busana yang membangkitkan
pemerkosaan, dan budaya musik, joget Fenomena hamil sebelum nikah sepertinya sudah biasa,
apel dan kis-kisan layaknya bukan persoalan. Betapa sudah mengerikan sesungguhnya. Oleh
karenanya barangsiapa yang berzina maka hukumannya rajam bagi yang sudah berkeluarga, dan
dicambuk 100 kali bagi lajang
Islam menjaga akal mengharamkan setiap hal yang memabukan seperti khomer,
narkoba dan rokok. Oleh karenanya siapa saja yang terbukti mengkonsumsinya dihukum dera 80
kali Bahkan Bandar narkoba dipenggal kepalanya. Hukum bagi tukang sihir adalah digantung

Islam menjaga harta Oleh karenanya siapa yang mencuri mencapai kadar ¼ dinar hukumannya
potong tangan. Bagi koruptor, bagi perampok, penipuan berat, spekulasi hukum dan sejenisnya
hukumannya adalah dipotong secara salib
Islam mengajarkan produktivitas kreatifitas, kerja keras berlomba dalam kebaikan
melarang boros , malas dan curang. Islam menyuruh kita berikhtiar mencari rizki,
menjaga kehormatan, mensejahterakan masyarakat, melarang menghinakan diri dengan
mengemis dan menjadi beban orang lain . Oleh karenanya Islam mengajarkan bekerja
dengan jujur, amanah, bahkan menjanjikan kehidupan yang baik .
Islam melarang tasyabbuh (menyerupai) . Yaitu laki-laki menyerupai wanita atau sebaliknya
. Menyerupai orang kafir , menyerupai orang-orang jahat dan hina.
Agama ini memerintahkan kepada yang halal baik pekerjaan maupun harta , melarang korupsi
, riba , spekulasi , suap , dan sejenisnya. Bukan seperti saat ini. Dimana realita yang
ada hukum yang berlaku adalah hukum gado-gado, politik obral janji, ekonomi riba dan budaya
mata duwitan.
Islam memerintahkan kebersihan ), hidup sehat, makan bergizi , melarang hidup kotor dan
najis .
Islam mengajarkan jiwa social , bersikap adil , bijaksana, mencintai sesama , silaturahmi
, menjenguk orang sakit , memuliakan tetangga, tamu , mengantar jenazah ,
menyantuni fakir miskin , menyebarkan salam , bekerjasama dalam kebajikan , amar
ma’ruf nahi munkar , bahkan mendoakan orang bersin , Melarang sebaliknya; jiwa-jiwa
binatang buas.
Alangkah indahnya jika islam benar-benar diterapkan. Karena tidak akan berani macam-macam
otang yang hendak melakukan kejahatan. Maka masyarakat akan merasa aman, terlindungi,
tersantuni, dibantu, disayangi, diupayakan kesejahteraannya.




Selengkapnya ...

IP Anda

Sign by Danasoft - Get Your Free Sign

Lokasi Anda

Sign by Danasoft - Get Your Free Sign